Postingan

Menampilkan postingan dengan label My Day

My Day #17: Bagaimana kabar imanmu hari ini?

Gambar
Sepanjang jalan dibonceng teman tadi sore memberikan waktu untuk saya berpikir. Berita Palestina menjadi penghias media sosial di hari-hari terakhir ini. Palestina tempat bayi-bayi terbunuh. Dalam sebuah surat dari Palestina untuk rakyat Indonesia disebutkan bahwa mereka heran terhadap bangsa Indonesia yang membunuh bayi-bayi mereka sendiri. Mayat bayi ditemukan di got atau dihanyutkan di sungai saya rasa di Indonesia kabar tersebut pernah mampir di telinga setiap orang. Di Palestina, setiap nyawa bayi berharga. Karena satu bayi berarti satu harapan untuk melanjutkan generasi. Satu bayi berarti satu prajurit tambahan untuk perang yang tak kunjung mati. Penulis surat tersebut heran, mengapa Indonesia yang mayoritas Muslim, menyia-nyiakan nyawa seperti itu? Saya pun tak begitu mengerti, pada awalnya. Di sini soal iman, bukan intelektual yang berbicara. Pasti pernah dengar juga berita mengenai seorang ibu alumni universitas ternama yang membunuh ketiga anaknya dengan alasan: saya t...

My Day #16: Bicara Cinta (lagi)

Gambar
Menyambung dengan definisi cinta versi saya di tulisan kemarin , rasanya akan bisa dipahami lewat kisah cinta melegenda Fatimah dan Ali. Cerita cinta mereka rasa-rasanya membuat yakin orang-orang yang menyimpan rapat dalam-dalam rasa cintanya kepada seseorang bahwa pada akhirnya usaha mereka akan berbuah manis. Dikisahkan keponakan Rasulullah SAW, Ali bin Abi Thalib memendam rasa cintanya kepada sepupunya sendiri, Fatimah binti Rasulullah. Rasa cintanya ini tak pernah ia ungkapkan kepada siapapun, hingga ia memutuskan akan meminang langsung Fatimah sebagai istrinya di saat yang tepat. Namun, ujian bagi cintanya sudah dimulai ketika terdengar olehnya bahwa Abu Bakar Ash-Shidiq, sahabat Rasulullah yang keimanannya lebih berat dibandingkan keimanan ummat muslim jika disatukan, datang melamar putri Rasulullah tersebut. Ah, dibanding Abu Bakar, ia tentu tidak ada apa-apanya. Jadilah untuk sesaat ia merelakan dalam hati, mundur dari arena pertarungan, melesatkan ikhlas untuk Fat...

My Day #15: Bicara Cinta

Gambar
Tumben saya nulis tentang cinta, ya? Haha Intermezzo , saat iseng ambil quiz bertajuk,  "What gender is your brain?"  Hasil yang saya dapat cukup membuat saya istighfar. 57% Male, 43% Female Ini hasil apa-apaan coba T.T Yah, masih seimbang lah. (lhooo…ini bukan sesuatu hal yang harus disyukuri!) Mungkin kedua adik laki-laki saya ada andil mengapa hasilnya seperti itu, haha. Oke, lupakan. Next . Bicara cinta, definisinya bisa berjuta. Dari yang paling sederhana: merasakan debaran kalau bertemu doi, hingga yang tak logis: tak harus memiliki. Yang tak logis ini saya temukan kata padanan sehari-harinya: Ikhlas. Dulu waktu zaman SMP saya pernah membuat puisi yang isinya kurang lebih memproklamasikan bahwa saya tipe orang yang mudah jatuh cinta. Karena waktu itu istilah 'cinta' menjadi lumrah sekali dan didefinisikan secara biasa saja lewat sinetron-sinetron atau ftv. Cirinya sangat sederhana, deg-degan, keingetan si dia terus, sehari nggak kete...

My Day #14 Dunia itu Asli luas, broh!

Gambar
Saya baru sangat menyadari hal ini di tempat kerja saya yang baru. Sama-sama jadi guru, cuma muridnya beda banget dibanding dengan murid saya sebelumnya. Enaknya jadi guru adalah, saat proses belajar-mengajar, anda bisa memilih apakah hanya mengajar, atau ikut belajar! Saya tipe guru yang suka merangkum pelajaran, menjelaskan intinya pada murid, membiarkan murid bingung agar di rumah belajar lagi karena di awal pelajaran saya selalu memberi tes ( fukushuu ) apa yang mereka pelajari kemarin. Tidak enaknya dari metode yang saya terapkan ini adalah: banyak waktu yang tersisa. Banyak waktu tersisa bagi saya adalah sebuah kesempatan untuk belajar banyak dari mereka.

My Day #13 Indonesia Berubah! Henshin!!

Gambar
After effect baca bukunya @maswaditya bawaan adik. Judulnya agak nyeleneh, nambah butir Pancasila dengan Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati! Tiap habis baca buku ini, meski bacanya nggak berurutan, entah kenapa 10 menit pertama tuh efek sampingnya dahsyat banget. Mulai dari nyari kertas, corat-coret sesuatu yang sesuatu banget, sampai ide bikin gerakan #IndonesiaBerubah ini tercetus. Nggak jauh beda dengan pemikirannya mas waditya yang yakin sebenernya semua orang itu bisa kreatif, termasuk orang-orang Indonesia, cuma pada malas aja, termasuk saya, hehe. Dan paginya disuguhi artikel terbaru mba murniramli (mas dan mba ini bener-bener jadi inspirasi saya). Tahukah anda bahwa ada sebuah SD di Jepang yang menerapkan target membaca untuk murid-muridnya sebanyak 10000 buku pertahun? Kalau diitung-itung 10.000 buku coy, dibagi 12 bulan.... 833 buku perbulan! Dibagi lagi 30 (perhari) jadinya...itung aja sendiri, saya aja langsung nelen air 1 galon.

My Day #12 Dua Puluh Enam Bidadari

Pendidikan takdir Allah mengantarkan saya untuk mendapatkan pengalaman mendidik anak orang lain dari mulai PAUD (via KKN), SD (via P2M), SMA (via PPL), PT (via Tutorial), kali ini Allah memberikan saya kesempatan untuk membina anak-anak SMP di SMP Khalifah Boarding School-Sukabumi. Kurikulum yang bagus untuk masa depan saya nanti*ehm Nggak nanggung-nanggung, Allah ngirim 26 bidadari sekaligus untuk saya dampingi 24 jam. Akhwat semua. Saya jadi ngeri mengingat adik-adik saya dan sepupu saya juga kebanyakan laki-laki, jadi kurang pede untuk gaul dengan anak-anak perempuan. Biasanya saya mengambil hati anak-anak kecil yang laki-laki dengan menggambar karakter kartun naruto, sasuke, dsb di permulaan, dan sekarang saya agak bingung kalau mengambil hati anak perempuan :(

My Day #11 Hey, This Only Game!

English. Keren amat ya saya baru kali ini pakai judul My Day dengan bahasa Inggris (though ‘My Day’ is English too, haa)*eh,ehm. Tapi judul My Day kali ini emang cocok dengan english, karena itulah ungkapan saya yang saya tujukan pada diri sendiri ketika mumet dengan urusan dunia: “Hey, these all only a game! Don’t be so serious!” Begitulah, dunia ini memang hanya permainan. Seperti game, ikuti aturan yang ada, kumpulkan poin, pasti akan berakhir bahagia. Sebaliknya, tidak mengikuti aturan dan acuh dengan koin emas di langit yang berserakan: GAME OVER! That’s all. Hah? gitu aja? Hey, this only game!^^

My Day #10 SMS Penuh Cinta

Adalah hal yang niscaya, keimanan manusia sifatnya yaazid wa yanquus —bertambah dan berkurang. Ketika bertambah, apa yang akan kita lakukan? Ketika sedang berkurang, apa yang akan kita lakukan? Di sini letak perbedaan antara orang-orang berislam dengan benar alias bertaqwa dengan orang-orang yang berislam biasa-biasa saja. Tapi jangan khawatir, ketika iman kita berkurang, Allah tidak akan membiarkan hambanya larut dalam kemalasan begitu saja. Allah selalu memotivasi hambanya dengan cara yang unik, bisa kasat mata maupun tidak, yang jelas tergantung mata hati kita bisa melihat ‘motivasi Allah’ ini atau tidak.

My Day #9 Nama aku, Sofi

Gambar
Indahnya Ukhuwah karena satu Iman Kakiku kedinginan. Dibalut rok yang ujung-ujungnya basah menjadikan pakaian berfungsi murni sebagai penutup aurat, bukan pemberi kehangatan. Dengan setengah menggigil aku menatap masjid besar di sebelah kiri trotoar. Di tengah gemericik suara cipratan genangan air di jalanan, suara adzan maghrib mengalun indah menyebar di langit senja yang kelabu. Karena sedang diberi jatah libur oleh-Nya untuk absen Shalat, aku sejenak memanjakan kakiku dengan meluruskannya di teras Masjid. Wajahku sumringah. Ah, akhirnya aku sampai ke sini juga. Dengan perasaan campur aduk antara tidak percaya dan bahagia sampai di sini, aku memandang sekitar halaman masjid, melihat orang yang datang untuk tahu di sebelah mana pintu masuknya. Rupanya di lantai dua. Di Masjid ini setiap hari Selasa ba’da Maghrib ada Kajian rutin Tadabbur Al-Quran bersama Ustad Hanan At-Taki. Rekan-rekan seorganisasiku tidak henti-hentinya merekomendasikan kajian ini untuk diikuti. Tapi say...

My Day #8 Perumahan Seribu Bintang

Gambar
Maka hari itu akan tiba, Ketika setiap rumah membuka pintu, Ketika setiap sapa dan salam menyahut merdu, Dan yang keluar dari setiap lisan hanyalah : do’a yang syahdu. Pernah suatu hari aku dan temanku sepulang dari mabit bersama di Masjid Daarut Tauhid, menikmati udara segar di pagi hari dengan berjalan-jalan di sekitar area kampus. Di Pondok Hijau tepatnya. Perumahan nan asri dengan banyak hehijauan yang mengelilingi. Selama berjalan kami pun mulai bercerita tentang banyak hal. Tentang wanita dan apa saja yang dikhawatirkannya, tentang hehijauan yang terhampar yang bisa jadi terapi untuk mata, hingga sampai di pembicaraan tentang rumah yang berawal dari komentar-komentar kami soal rumah-rumah yang ada di sana. Dari sinilah khayalan kami mulai berkembang. Bagaimana jika nanti di masa depan, kita bikin kavling sendiri khusus pengurus UKM BAQI UPI. Nanti kita bisa saling bertetangga dan menyapa setiap harinya. Lalu anak-anak kita saling berlomba soal hafalan dan ibadahnya,...

My Day #7 Mikroskop Berjalan

Gambar
Seseorang pernah bilang, hiduplah dengan santai, jangan tergesa-gesa, nikmati segala ciptaan-Nya. Ratusan awan yang berlayar pelan di lautan langit, bulan yang memudar bergantian kerja dengan matahari, dan pohon-pohon yang menyegarkan mata. Dunia ini sudah begitu indah, maka akhirat pasti akan lebih indah lagi. Aku, suka jalan kaki. Seperti kalimat yang pernah Dewi Lestari goreskan dalam kumpulan cerpennya, berjalan kaki itu bagaikan miksroskop, menilik setiap sudut yang kita tidak pernah membayangkan ada sebelumnya padahal selama ini dia ada. Teman-temanku bahkan kebanyakan tak sadar bahwa, di Jalan Setiabudhi ada 1 jembatan penyeberangan yang terhalang papan reklame. Dan aku pernah sengaja memiliki misi untuk melewatinya, merasakan bagaimana naik jembatan penyeberangan yang jarang digunakan orang, dan takjub ketika melihat dari atas kendaraan yang lewat sambil kaki gemetar karena takut ketinggian. Setelahnya, pejalan kaki yang ada di sekitar jembatan terheran-heran melihat...

My Day #6 DIJEMPUT

Gambar
Hah, nggak banget deh ini judul. Yah, ini pun hasil pemikiran saya, nyampe botak kalau bisa, tema kali ini : Dijemput. Sebelum ke menu utama, mari kita cicipi appetizer dulu dari saya, ini fotonya : Cappucino with granule chocolate Granule, atau apalah itu namanya, meleleh di atas cappucino yang disajikan panas. Begitu diseruput hangat, terasa sekali lelehan coklatnya lumer di mulut. Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai itu nikmatnya kayak apa ya? Kalau hanya karena cappucino ini saja saya bisa bahagia, apalagi kelak di surga, air sungainya bisa milih : mau anggur, susu, krimer, atau apapun tinggal minta sama Sang Pencipta . Tapi  itu cuma sesaat. Rasa nikmat seruput coklat itu cuma sesaat. Malah dari kenikmatan semu ini semuanya bermula. Semua hal-hal buruk. Termasuk dijemput.

My Day #5 DEWASA

Yang dari awal ngikutin My Day pasti heran kenapa dari Chapter 3 lagsung loncat ke Chapter 5? *pede abis. Yah, anggap Chapter 4 itu chapter yang hilang, sebenarnya saya sudah menulis Chapter 4 di laptop, tapi entah kenapa setelah dibaca ulang, lebih baik tidak dipublikasikan. Dan, biar senada dengan tema, kita anggap saja Chapter 4 itu sebagai chapter loncatan menuju kedewasaan#hah. Tema kali ini : Dewasa. Menurut kalian, apa itu dewasa? Terkadang saya rada aneh sama istilah ini. Waktu kecil, orang tua sering berkata, “Ih, Afi udah dewasa,” ketika saya mengalah di pertempuran memperebutkan mainan bersama adik. Waktu kecil ketika ingin mendengar pujian mamah, caranya cukup simpel : mengalah saat bertengkar, dan itu cukup membuatku disebut ‘Dewasa’.

My Day #3 Never Stop Dreaming

Gambar
Mimpiku dicuri.  Suatu ungkapan yang hanya bisa dikemukakan oleh pecundang sepertiku yang merasa ngiri liat mimpinya satu persatu dikabulkan oleh Allah, tapi bukan lewat diriku sendiri, lewat orang lain, tepatnya adikku sendiri. Yah, episode ini bisa dibilang rada mencurhat, tapi itu bukan maksud utamaku. I just wanna say it loud that :  "Keep Dreaming! Because ur dream is always come true! Meski come true nya itu bisa jadi bukan lewat kamu, tapi anak-anakmu, atau bahkan cicitmu." -afie amaliya

My Day #2 HIDUP+MAKNA

Gambar
Tulisannnya dirapel, jangan aneh kalau liat tanggal postingannya sama :D  Nggak nemu makna? Cari makna! “Seorang nenek berusia 80 tahun hanya merasakan hidupnya bermakna selama 10 tahun saja.”  Yang udah 80 tahun aja cuma 10 tahun, lha aku yang baru 20 tahun?  That’s right : Hidupku nggak bermakna. Ups, belum bermakna. Eh, apa udah ya?  Aku baru sadar betul hidup itu tiap detiknya harus bermakna ketika umurku 19 tahun. Tidak bisa dibilang terlambat untuk menyadarinya dibanding dengan nenek 80 tahun itu.  Emang gimana sih hidup yang bermakna?

My Day #1 Tulis=Rekam

Gambar
Kangen Nulis.  Nulis itu apa? Makanan?  Yah, meski bukan makanan, tapi kalau dikonsumsi kadang ada yang enak, pahit, asam, manis, yang hambar juga ada.  --  Intermezzo :  “Besok ikut Mamah ke Nikahan, ya”  Aku dengan mantap menjawab, “Ya.” Plus sedikit tambahan, “Makan gretong..hihi”  Adikku yang lagi sibuk mainin itu HP touchpad-nya langsung ngomel, “Makanan terus,nih..”  Aku tidak peduli, yang ada di pikiranku waktu itu cuma semoga nanti bertemu sate :D  --  Some people said, that u can’t just say out your dream, write it!! Some people said, writing is fun! Yeah, but that just happen to all people who love it. Not me. Not yet.   Aku pernah suka menulis. Sama sukanya seperti sate atau mie goreng. Pinginnya ketemu tiap hari, tapi kadang-kadang nggak ketemu.  Kenapa sih harus nulis?  Ketika orang lain bilang biar cerdas, biar bisa memenej, dan bla..bla.. teori lainnya, ak...