Postingan

Menampilkan postingan dengan label daily life

Serba-Serbi Kelakuan Anak saat #Dirumahaja

Gambar
Sudah 1 tahun lebih, corona mampir ke negara kita--khususnya. Wabah ini memaksa manusia mau tidak mau melakukan pola hidup sehat: makan makanan yang sehat dan bergizi, istirahat cukup, olahraga, dan minim stress. Harusnya. Kadang aku berpikir, apa ini bentuk teguran dari Allah, ya? Ibu-ibu jadi terpaksa tetap di rumah dan jadi guru dadakan untuk anak-anaknya sebab sekolah tutup. Para Ayah mau nggak mau harus lihat kelakuan anak-anaknya 24/7, lalu jadi paham kenapa istrinya selalu terlihat lelah setiap kali mereka pulang kerja. Di saat itu aku sadar, bagi Allah, menghancurkan semesta ini mudah, bahkan dengan cara yang menurut manusia alami sekali-pun. Bagiku, pandemi ini memaksaku--untuk fokus dengan anak-anak, dalam artian tanpa jeda. Biasanya ada pelarian main ke rumah tetangga, sekarang tidak. Cukup mengekor saja sang Ibu ke mana-mana, ke toilet sekali pun. Menggendong anak sambil menunaikan hajat? Sudah jadi profesional semenjak pandemi ini. Yang paling sulit sebenarnya baga...

Ini tentang Ekspresi

Saya baru tahu kalau saya orangnya ekspresif. ‘Ekspresif’ di sini maksudnya raut wajah muka saya bisa mengekspresikan emosi yang berbeda-beda secara JELAS. Adalah salah satu murid saya ketika menuliskan kesan untuk saya selama mengajar di kelasnya menuliskan hal yang menurut saya menarik dan belum pernah saya dengar, “Sensei, kalau udah kesel mukanya keliatan.” Wah? Wah? saya jadi langsung meneliti raut muka saya sendiri. Jangan-jangan dari raut muka yang tidak bisa saya kontrol ini bisa melahirkan musuh dari orang-orang terdekat. Dan begitu saya tanyakan perihal ini kepada sahabat saya, dia dengan cepat mengangguk, “Iya, Fi. Ekspresi Afi itu keliatan jelas.”

PPL: Siswa, Gadget, dan Kekuatan Lapar

Bukankah manusia itu mengerikan? Mereka selalu menganggap diri mereka paling benar, padahal antara  manusia yang satu dengan yang lainnya pendapatnya tak jarang berbeda bagai dua sisi mata uang. Kuharap aku adalah gunung yang pada hari kiamat nanti menuruti komando Israfil untuk beterbangan di langit dan membuat manusia takut. Yah, kita kesampingkan soal itu, kalimat-kalimat di atas hanya unek-unek pagi dari otak yang sedang eneg. Kali ini saya akan berbagi cerita tentang keseharian saya selama PPL. Hari-hari di mana saya menemukan banyak hal-hal istimewa yang membuat saya bertasbih dan beristighfar.

Ujian PPL : What exactly am I Worrying About? Part 2

Gambar
This is d-Day. Day of war. Haa, begitulah kira-kira pikiranku sehari sebelum ujian. Seperti yang kuceritakan sebelumnya, pada mulanya aku merahasiakannya dari para siswa kelas X9 bahwa aku akan ujian di sana. Namun setelah dipikir-pikir, pasti mereka akan marah begitu tahu Afi Sensei membohongi mereka dan membawa 3 orang guru ke dalam kelas untuk memperhatikan mereka, akhirnya aku memberitahukan mereka di hari Senin.

Ujian PPL : What exactly am I Worrying About? Part 1

Gambar
Rabu 8 Mei tepatnya, aku ujian PPL. Disebut ‘ujian’ pun sebenarnya hanya ngajar seperti biasa, cuma bedanya: ada jurinya. Takdir mengharuskanku ujian di kelas yang paling ‘wah’. Jika dibandingkan dengan kelas lain yang kuajar, kelas ini punya memori istimewa dalam hatiku (ceilee), selain anak-anaknya cerewet abis, dulu saat awal PPL ada beberapa orang siswa laki-laki yang berani ‘ngeloyor’ keluar kelas di tengah aku menerangkan materi pelajaran. Ngeloyor begitu aja, tanpa bilang sepatah kata pun, melewatiku yang akhirnya terbengong-bengong di depan kelas *iniciyus*. Tak hanya itu, ada seorang siswa yang bahkan santai jalan-jalan mencontek saat ulangan dan beberapa ocehan ‘kebun binatang’ yang mengiringi respon mereka terhadap materi yang kusampaikan, yang tentunya, sempat bikin ngelus dada dan istighfar banyak-banyak setiap keluar dari kelas itu. Tapi praise to Allah yang telah membolak-balikkan hati, setelah beberapa kali tatap muka dan memberikan pendekatan individu sec...

Hari ini tentang Angkot

Gambar
Tidak seperti kebanyakan film buatan manusia yang selalu bisa ditebak akhirnya, Sebagai Sang Sutradara-Produser-Direktur, Allah selalu menjadikan hari-hari tak selalu sama dengan tebakan di akhirnya Foto di daerah Jebrod, Cianjur :D Selalu ada yang menarik dari perjalanan sederhana saya ke kantor PKPU di Surapati Core. Dari kampus hanya dengan 1 kali naik angkot Caheum-Ledeng saya bisa tiba di Surapati Core setelah membayar lima ribu rupiah dengan waktu tempuh 1 jam. Perjalanan sebelumnya, saya sempat diturunkan paksa saat angkot sudah mencapai Cikutra, kesal memang, tapi sang supir berbaik hati mengurangi beban ongkos saya (hehe). Lalu sepulang dari sana, saya naik angkot yang rupanya sang supir sedang membawa serta istri dan tiga orang anaknya yang masih kecil-kecil. Jadilah saya serasa menonton keluarga cemara versi angkot :) Lalu hari ini, baik saat perjalanan pergi dan pulang, banyak hal menarik yang terjadi di dalam angkot.

My Day #6 DIJEMPUT

Gambar
Hah, nggak banget deh ini judul. Yah, ini pun hasil pemikiran saya, nyampe botak kalau bisa, tema kali ini : Dijemput. Sebelum ke menu utama, mari kita cicipi appetizer dulu dari saya, ini fotonya : Cappucino with granule chocolate Granule, atau apalah itu namanya, meleleh di atas cappucino yang disajikan panas. Begitu diseruput hangat, terasa sekali lelehan coklatnya lumer di mulut. Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai itu nikmatnya kayak apa ya? Kalau hanya karena cappucino ini saja saya bisa bahagia, apalagi kelak di surga, air sungainya bisa milih : mau anggur, susu, krimer, atau apapun tinggal minta sama Sang Pencipta . Tapi  itu cuma sesaat. Rasa nikmat seruput coklat itu cuma sesaat. Malah dari kenikmatan semu ini semuanya bermula. Semua hal-hal buruk. Termasuk dijemput.

Theme of This Month : December Craftisme

Gambar
Yuhuu! December yokoso! Tema untuk bulan Desember : Craft is Me. Setelah November Sehat, kesehatanku membaik tapi di minggu ke-2 Desember aku masih harus banyak istirahat dan mengurangi aktivitasku di luar kosan. Aku yang sebenarnya sulit untuk diam di kosan, karena bagiku kosan adalah tempat istirahat, hehe, lebih senang menghabiskan waktuku di luar agar lebih bermanfaat. Tapi sekarang karena masih masa pemulihan, minggu-minggu awal bulan Desember aku harus mencari kegiatan alternatif untuk membuatku sibuk meski di kosan. Seusai pulang dari Rumah Sakit (dirawat cuma setengah hari, tapi bikin heboh se-RT, haa) jam 1 malam, aku harus mengikuti tes JLPT (Japanese Language Proficiency Test) jam 9 pagi harinya di Univ. Widyatama. Beruntung salah satu teman kelasku berbaik hati mengantarkanku ke TKP dengan motor karena kondisi fisikku masih lemas. Level JLPT yang kuambil tahun ini adalah N2, level yang bahkan kakak-kakak kelasku sampai 4x ngambil tapi belum pernah lulus. Lha, a...

New! Theme of This Month

Bismillah. Entah semenjak kapan, setiap datang bulan baru, aku selalu mencari tema yang kira-kira mewakili aktivitasku di bulan tersebut. Di bulan Oktober misalnya, di schedule board kuning-ku aku menulis besar-besar October Metamor (dari ‘Metamorfosis’), dan sepanjang Oktober sebisa mungkin kuarahkan aktivitasku sebagai masa transisi ke arah yang lebih baik. Dan benar saja, dengan iming-iming tema, berbagai aktivitas pemenuh transisi diri kulakukan. Dari segi ibadah seperti menghafal quran yang kejar setoran setiap pekannya, dari segi finansial yang kuusahakan lewat job terjemahan buku, organisasi yang lagi semangat-semangatnya. Well, umaku itta kedo , ada satu sisi yang kurang kuperhatikan selama October Metamor ini : kesehatan. Di pertengahan bulan November yang harusnya jadi Metamor II menuju kupu-kupu, aku jadi kupu-kupu yang tak bisa terbang, jatuh ke tanah karena sayapku rapuh*tsahh. November jadi ganti tema di pertengahan : November Sehat. Lho, kok ‘sehat’? Apap...

My Day #5 DEWASA

Yang dari awal ngikutin My Day pasti heran kenapa dari Chapter 3 lagsung loncat ke Chapter 5? *pede abis. Yah, anggap Chapter 4 itu chapter yang hilang, sebenarnya saya sudah menulis Chapter 4 di laptop, tapi entah kenapa setelah dibaca ulang, lebih baik tidak dipublikasikan. Dan, biar senada dengan tema, kita anggap saja Chapter 4 itu sebagai chapter loncatan menuju kedewasaan#hah. Tema kali ini : Dewasa. Menurut kalian, apa itu dewasa? Terkadang saya rada aneh sama istilah ini. Waktu kecil, orang tua sering berkata, “Ih, Afi udah dewasa,” ketika saya mengalah di pertempuran memperebutkan mainan bersama adik. Waktu kecil ketika ingin mendengar pujian mamah, caranya cukup simpel : mengalah saat bertengkar, dan itu cukup membuatku disebut ‘Dewasa’.

Purezento

Karena kangenku pada adik-adik sudah hampir mendekati stadium akhir, mendadak jadi pingin cerita soal ini. Buat yang nggak suka dengerin curhat, dilarang keras melanjutkan membaca tulisan ini, atau prinsp kamu bakal goyah#tsah Judul : Air mata abu-abu Waktu itu kelabu, mendung menghiasi langit kota cibeber di sore harinya. Seperti hari-hari liburan lainnya, aku menghabiskan waktuku dengan bersantai bersama keluarga, membicarakan hal yang ringan-ringan, dari mulai soal 4 kawanan kucing kecil yang berlarian di dalam rumah, hingga efek pasar saham terhadap stabilitas perekonomian dalam negeri. Adikku si bungsu, Thoriq, dari pagi memang sudah tidak terlihat batang hidungnya. Efek dari orang yang sosial skillnya bagus adalah : punya bayak teman, jadi adikku yang satu ini dari pagi berkunjung ke rumah temannya, agak jauh dari rumah, naik ojeg. FYI, adikku yang bungsu ini sekarang kelas 1 SMA.

21! Dan betapa tuanya gue :D

Entah judul di atas apa masih pantas saya tulis, berhubung ada kata 'gue' nya. Dan kata-kata 'gue' cuma ada di kamus anak-anak muda. Lalu di hari ini, di mana umurku kepalanya sudah dua, ditambah angka satu, buat yang matematikanya agak bodoh : umurku hari ini tepat 21! dua-satu! And I'm not young anymore.. Aku tua! Ketika di Jepang dengan umur 20 tahun berarti udah dapat lisensi untuk minum-minum, merokok, dan punya SIM. Aku, dengan titel 21 tahun ku, merasa belum pantas buat dapat lisensi mencapai umur yang berkah. Astaghfirullah. Asal kalian tahu, dua hari terakhir menuju kesempurnaan 21-ku, aku terkapar lemah di mana-mana (di kasur, di lantai, di mana-mana), dan aku merasa menjadi manusia tak berguna! (thanks to Gunung Padang, Megalitikum made me so weak!) Yah, ehm, kita tinggalkan sesi mencurhat di atas, back to judul : betapa tuanya gue. Gue tua. Ya udah. END. NB : happy milad for me! :D just keep tryin!...

Malaikat Lewat?

Gambar
Photo Hunting #1 Malaikat lewat? Yah, ada yang beda dari pekarangan di belakang rumah di liburan kali ini : ada Ayam Jago. entah punya siapa, kata mamah punya tetangga belakang rumah. Galak? jangan ditanya. Sudah jatuh 2 orang korban anak kecil, akibat mempermainkan harga dirinya sebagai ayam (dengan cara disuit suit :D ayam, godain kita dong*cenah) dasar ayam! Meskipun begitu, foto dibawah ini kuambil secara diam-diam, merayap, jalan jongkok, pokonya latihan militer tempo hari gak kusangka berguna di hari berbahagia ini, hari di mana seekor ayam diberi kehormatan olehku untuk difoto.  aku nggak tau ni ayam lagi mikir apa, yang jelas dia keliatan gagah :D okeh, lama-lama aku sebel juga liatnya berkokok, kokok~ btw, katanya kalau ayam berkokok, ada malaikat lewat. bagus. serta merta aku kabur, karena setelah berkokok ini, ayam jagonya turun dan mendekatiku dan, takutnya malaikat yang lewat itu malaikat Izrail. aku belum siap, ya Rabb T...

My Day #3 Never Stop Dreaming

Gambar
Mimpiku dicuri.  Suatu ungkapan yang hanya bisa dikemukakan oleh pecundang sepertiku yang merasa ngiri liat mimpinya satu persatu dikabulkan oleh Allah, tapi bukan lewat diriku sendiri, lewat orang lain, tepatnya adikku sendiri. Yah, episode ini bisa dibilang rada mencurhat, tapi itu bukan maksud utamaku. I just wanna say it loud that :  "Keep Dreaming! Because ur dream is always come true! Meski come true nya itu bisa jadi bukan lewat kamu, tapi anak-anakmu, atau bahkan cicitmu." -afie amaliya

My Day #2 HIDUP+MAKNA

Gambar
Tulisannnya dirapel, jangan aneh kalau liat tanggal postingannya sama :D  Nggak nemu makna? Cari makna! “Seorang nenek berusia 80 tahun hanya merasakan hidupnya bermakna selama 10 tahun saja.”  Yang udah 80 tahun aja cuma 10 tahun, lha aku yang baru 20 tahun?  That’s right : Hidupku nggak bermakna. Ups, belum bermakna. Eh, apa udah ya?  Aku baru sadar betul hidup itu tiap detiknya harus bermakna ketika umurku 19 tahun. Tidak bisa dibilang terlambat untuk menyadarinya dibanding dengan nenek 80 tahun itu.  Emang gimana sih hidup yang bermakna?

My Day #1 Tulis=Rekam

Gambar
Kangen Nulis.  Nulis itu apa? Makanan?  Yah, meski bukan makanan, tapi kalau dikonsumsi kadang ada yang enak, pahit, asam, manis, yang hambar juga ada.  --  Intermezzo :  “Besok ikut Mamah ke Nikahan, ya”  Aku dengan mantap menjawab, “Ya.” Plus sedikit tambahan, “Makan gretong..hihi”  Adikku yang lagi sibuk mainin itu HP touchpad-nya langsung ngomel, “Makanan terus,nih..”  Aku tidak peduli, yang ada di pikiranku waktu itu cuma semoga nanti bertemu sate :D  --  Some people said, that u can’t just say out your dream, write it!! Some people said, writing is fun! Yeah, but that just happen to all people who love it. Not me. Not yet.   Aku pernah suka menulis. Sama sukanya seperti sate atau mie goreng. Pinginnya ketemu tiap hari, tapi kadang-kadang nggak ketemu.  Kenapa sih harus nulis?  Ketika orang lain bilang biar cerdas, biar bisa memenej, dan bla..bla.. teori lainnya, ak...

Kapiten Pattimura yang Sering Masuk Masjid

Gambar
Kenyataan menggelitik tentang kondisi sedekah kita Ketika saya mengikuti seminar dengan Pemateri Ust. Kemas Mahmud di Masjid Al-Furqon UPI dalam Pesantren Mahasiswa di bulan Ramadhan kemarin, beliau menuturkan, bahwa, bersikap hemat bukanlah satu-satunya cara untuk menjadi kaya. Lho? “Hemat mungkin bisa meminimalisir pengeluaran kita, tapi tidak bisa membuat harta kita bertambah,” tutur beliau. Lalu cara yang bisa menambah rezeki kita? Sedekah. Islam mengajarkan untuk senantiasa menyisihkan sebagian hartanya (baca:bukan sebagian kecil) untuk diberikan kepada yang lebih membutuhkan atau disalurkan di jalan Allah. Dengan sedekah, kita berusaha membersihkan harta kita, dan dengan begitu insya Allah menjadi berkah. Kisah nyata yang dialami oleh seseorang yang saya kenal, ketika beliau melihat dompet, uang beliau tinggal 12 ribu lagi, dan entah mungkin karena takdir-Nya, sesaat setelah melihat dompetnya yang tipis itu, di depannya ada seorang pengemis, lalu beliau dengan yakin akan ada p...

Belajar dari Jepang : Menolak Pujian

Orang Indonesia narsis. Mungkin itu yang dipikirkan oleh orang-orang Jepang setelah lama bergaul dengan orang-orang Indonesia. Saya simpulkan mereka berfikir seperti itu, ketika pada suatu hari, saat Hatori Sensei, salah satu native speaker di tempat saya berkuliah, serta merta memuji kami di kelas karena memberi saran tentang penempatan infocus yang tepat (cuma gitu doang..haa). " Atama ga ii ne (pinter ya)," puji beliau. Lalu salah seorang di antara kami nyeletuk, " Arigatou " Bagi orang Indonesia mungkin membalas pujian dengan ucapan terima kasih adalah hal yang biasa dan wajar dilakukan. Namun tidak bagi orang Jepang. " Nihonjin dattara, 'arigato' tte iwanain desu yo (kalau orang Jepang, tidak akan mengucapkan terima kasih, lho)," Kami langsung tertawa malu, memang di Indonesia ucapan terima kasih adalah hal yang wajar, tapi ternyata bagi orang Jepang, ini sangat aneh. Lalu apa yang harus kita ucapkan ketika kita di...

My Class : A-kaachann~

Gambar
My class is A class, also called as akaachan. Akaachann?? yeah, it's mean a baby. Though we all almost twenty, but our life as people just begin now. From the look, yea, we are an adult, but from our 'meaningful' life, we just a baby. There is 32 people in akaachan class. And we also have our home production -- akaachan.entertaiment. From this homeproduction, we success product a movie (thank's for bungaku's task ^^), the cabaret show, and coming soon a nasheed group~! akaachan.entertainment logo akaachan.entertainment wallpaper

My JION's Camshoot (2nd April)

Gambar
Bismillah,, JI*N is JION fest (Japanese-Indonesia Alcuturation Festival). Held by the student of Japanese Education program, Indonesia Education University. It's held once a year. U can imagine it like school festival in most of manga. Food, drink, games, drama perform, band, lampion, this all so awesome!! each class must make a stand, and my class make a drink, food stand. We served es serut (like kakigori , but wasn't >_<), es cingcau , and other menu. Cz i bring handycam that i was borrowed before, the most i do is take a photo!!  JION's day, nice sky, nice weather (but it was really, really HOT!) hwoaa...nice stand~(other class stand), felt like in Japan~ :3 the King who was serving kakigori ^^