ART, Yay or Nay?
Menurut kamu, seberapa penting, sih punya ART? Apalagi yang punya balita lebih dari satu anak? Saya mau bagi pengalaman aja kali ini. Tentang IRT yang mengerjakan semuanya sendiri, atau IRT yang hire ART. Saat saya kecil, Mama adalah IRT. Mama melepaskan cita-citanya sebagai dosen, demi mendampingi kami di rumah. Tapi bukan berarti Mama sendirian, Bapak selalu ambil ART, minimal 2 orang. Jadi semasa kecil, saya kenyang banget diperhatikan Mama, makan masakan Mama, ngemil kue buatan Mama, pakai baju lebaran buatan Mama, sampai saya punya mukena eksklusif--karena nggak ada zaman itu anak yang punya mukena kayak saya--mukena dan sajadah yang bisa multifungsi jadi tasnya. Saat SD punya tas buatan Mama 2 buah, satu-satunya yang nggak pernah kesampaian adalah buat kue ulang tahun, hahaha. Mama cuma buat cookies, kue salju, pokonya kue kering gitu. Nah, sampai punya anak 2, saya berprinsip nggak akan hire ART. Saya bisa kok sendiri. Superwoman pokoknya. Dari mulai cuci piring, baju, jem...