Yubiami, Finger Knitting
Saya pertama kali belajar merajut di semester 4 perkuliahan, itu pun hanya bikin syal dengan dua jarum rajut besar. Semenjak itu terhitung ada 6 syal yang pernah saya buat. Syal pertama, warnanya kuning (again) campur hijau-coklat, benang 3 helai, dengan 15 tusukan. Syal ke-2, terbuat dari wol impor Jepang berwarna hitam, hadiah untuk adik. Syal ke-3 dan ke-4, couple syal untuk hadiah pernikahan teman SMA. Syal ke-5 syal kecil rumbai dengan 5 tusukan (dari benang sisa syal couple). Dan terakhir, syal ke-6, syal biasa berwarna putih-coklat. Bosan dengan merajut syal, saya mencoba belajar rajut dengan hakken, tapi karena ukuran jarum yang dibeli salah, saya selalu gagal untuk belajar seperti yang tertera di buku. Pasrah. Setelah blog walking di blognya mbak Eksess , saya tertarik pada postingannya tentang yubiami atau finger knitting. Yah, meski bikin syal lagi, saya langsung blog walking lagi ke sana kemari hingga ke blog luar negeri untuk mencari step-step yubiami (s...