Postingan

My Day #6 DIJEMPUT

Gambar
Hah, nggak banget deh ini judul. Yah, ini pun hasil pemikiran saya, nyampe botak kalau bisa, tema kali ini : Dijemput. Sebelum ke menu utama, mari kita cicipi appetizer dulu dari saya, ini fotonya : Cappucino with granule chocolate Granule, atau apalah itu namanya, meleleh di atas cappucino yang disajikan panas. Begitu diseruput hangat, terasa sekali lelehan coklatnya lumer di mulut. Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai itu nikmatnya kayak apa ya? Kalau hanya karena cappucino ini saja saya bisa bahagia, apalagi kelak di surga, air sungainya bisa milih : mau anggur, susu, krimer, atau apapun tinggal minta sama Sang Pencipta . Tapi  itu cuma sesaat. Rasa nikmat seruput coklat itu cuma sesaat. Malah dari kenikmatan semu ini semuanya bermula. Semua hal-hal buruk. Termasuk dijemput.

Yubiami, Finger Knitting

Gambar
Saya pertama kali belajar merajut di semester 4 perkuliahan, itu pun hanya bikin syal dengan dua jarum rajut besar. Semenjak itu terhitung ada 6 syal yang pernah saya buat. Syal pertama, warnanya kuning (again) campur hijau-coklat, benang 3 helai, dengan 15 tusukan. Syal ke-2, terbuat dari wol impor Jepang berwarna hitam, hadiah untuk adik. Syal ke-3 dan ke-4, couple syal untuk hadiah pernikahan teman SMA. Syal ke-5 syal kecil rumbai dengan 5 tusukan (dari benang sisa syal couple). Dan terakhir, syal ke-6, syal biasa berwarna putih-coklat. Bosan dengan merajut syal, saya mencoba belajar rajut dengan hakken, tapi karena ukuran jarum yang dibeli salah, saya selalu gagal untuk belajar seperti yang tertera di buku. Pasrah. Setelah blog walking di blognya mbak Eksess , saya tertarik pada postingannya tentang yubiami atau finger knitting. Yah, meski bikin syal lagi, saya langsung blog walking lagi ke sana kemari hingga ke blog luar negeri untuk mencari step-step yubiami (s...

Theme of This Month : December Craftisme

Gambar
Yuhuu! December yokoso! Tema untuk bulan Desember : Craft is Me. Setelah November Sehat, kesehatanku membaik tapi di minggu ke-2 Desember aku masih harus banyak istirahat dan mengurangi aktivitasku di luar kosan. Aku yang sebenarnya sulit untuk diam di kosan, karena bagiku kosan adalah tempat istirahat, hehe, lebih senang menghabiskan waktuku di luar agar lebih bermanfaat. Tapi sekarang karena masih masa pemulihan, minggu-minggu awal bulan Desember aku harus mencari kegiatan alternatif untuk membuatku sibuk meski di kosan. Seusai pulang dari Rumah Sakit (dirawat cuma setengah hari, tapi bikin heboh se-RT, haa) jam 1 malam, aku harus mengikuti tes JLPT (Japanese Language Proficiency Test) jam 9 pagi harinya di Univ. Widyatama. Beruntung salah satu teman kelasku berbaik hati mengantarkanku ke TKP dengan motor karena kondisi fisikku masih lemas. Level JLPT yang kuambil tahun ini adalah N2, level yang bahkan kakak-kakak kelasku sampai 4x ngambil tapi belum pernah lulus. Lha, a...

New! Theme of This Month

Bismillah. Entah semenjak kapan, setiap datang bulan baru, aku selalu mencari tema yang kira-kira mewakili aktivitasku di bulan tersebut. Di bulan Oktober misalnya, di schedule board kuning-ku aku menulis besar-besar October Metamor (dari ‘Metamorfosis’), dan sepanjang Oktober sebisa mungkin kuarahkan aktivitasku sebagai masa transisi ke arah yang lebih baik. Dan benar saja, dengan iming-iming tema, berbagai aktivitas pemenuh transisi diri kulakukan. Dari segi ibadah seperti menghafal quran yang kejar setoran setiap pekannya, dari segi finansial yang kuusahakan lewat job terjemahan buku, organisasi yang lagi semangat-semangatnya. Well, umaku itta kedo , ada satu sisi yang kurang kuperhatikan selama October Metamor ini : kesehatan. Di pertengahan bulan November yang harusnya jadi Metamor II menuju kupu-kupu, aku jadi kupu-kupu yang tak bisa terbang, jatuh ke tanah karena sayapku rapuh*tsahh. November jadi ganti tema di pertengahan : November Sehat. Lho, kok ‘sehat’? Apap...

Kol Buntung

Pernah naik kol buntung? Naik di sini maksudnya duduk di belakangnya itu lho. Pasti semuanya pernah merasakan angin sepoi-sepoi saat duduk di sana sambil mobil melaju kencang. Ya, saya pun pernah beberapa kali. Saat kecil, ketika seusai pulang sekolah agama di sore hari dan kami—saya dan teman-teman—tidak punya ongkos untuk naik delman atau ojeg, kami biasa naik, ehm, tepatnya ‘nebeng’ kol buntung yang biasa mengangkut beras ke pasar, lalu kami ‘bertengger’ di atas karung-karung beras yang bertumpuk, dan saat itu tumpukan karung berasnya tampak sangat tinggi, sehingga kami bisa asyik melihat jalanan dari ‘atas’ sambil berpegangan erat karena takut jatuh.  Pun kemarin, saat usia saya menginjak tingkat 4 kuliah, saya berkesempatan menikmati asyiknya ‘nebeng’ kol buntung lagi. 

My Day #5 DEWASA

Yang dari awal ngikutin My Day pasti heran kenapa dari Chapter 3 lagsung loncat ke Chapter 5? *pede abis. Yah, anggap Chapter 4 itu chapter yang hilang, sebenarnya saya sudah menulis Chapter 4 di laptop, tapi entah kenapa setelah dibaca ulang, lebih baik tidak dipublikasikan. Dan, biar senada dengan tema, kita anggap saja Chapter 4 itu sebagai chapter loncatan menuju kedewasaan#hah. Tema kali ini : Dewasa. Menurut kalian, apa itu dewasa? Terkadang saya rada aneh sama istilah ini. Waktu kecil, orang tua sering berkata, “Ih, Afi udah dewasa,” ketika saya mengalah di pertempuran memperebutkan mainan bersama adik. Waktu kecil ketika ingin mendengar pujian mamah, caranya cukup simpel : mengalah saat bertengkar, dan itu cukup membuatku disebut ‘Dewasa’.

Purezento

Karena kangenku pada adik-adik sudah hampir mendekati stadium akhir, mendadak jadi pingin cerita soal ini. Buat yang nggak suka dengerin curhat, dilarang keras melanjutkan membaca tulisan ini, atau prinsp kamu bakal goyah#tsah Judul : Air mata abu-abu Waktu itu kelabu, mendung menghiasi langit kota cibeber di sore harinya. Seperti hari-hari liburan lainnya, aku menghabiskan waktuku dengan bersantai bersama keluarga, membicarakan hal yang ringan-ringan, dari mulai soal 4 kawanan kucing kecil yang berlarian di dalam rumah, hingga efek pasar saham terhadap stabilitas perekonomian dalam negeri. Adikku si bungsu, Thoriq, dari pagi memang sudah tidak terlihat batang hidungnya. Efek dari orang yang sosial skillnya bagus adalah : punya bayak teman, jadi adikku yang satu ini dari pagi berkunjung ke rumah temannya, agak jauh dari rumah, naik ojeg. FYI, adikku yang bungsu ini sekarang kelas 1 SMA.