Postingan

My Day #9 Nama aku, Sofi

Gambar
Indahnya Ukhuwah karena satu Iman Kakiku kedinginan. Dibalut rok yang ujung-ujungnya basah menjadikan pakaian berfungsi murni sebagai penutup aurat, bukan pemberi kehangatan. Dengan setengah menggigil aku menatap masjid besar di sebelah kiri trotoar. Di tengah gemericik suara cipratan genangan air di jalanan, suara adzan maghrib mengalun indah menyebar di langit senja yang kelabu. Karena sedang diberi jatah libur oleh-Nya untuk absen Shalat, aku sejenak memanjakan kakiku dengan meluruskannya di teras Masjid. Wajahku sumringah. Ah, akhirnya aku sampai ke sini juga. Dengan perasaan campur aduk antara tidak percaya dan bahagia sampai di sini, aku memandang sekitar halaman masjid, melihat orang yang datang untuk tahu di sebelah mana pintu masuknya. Rupanya di lantai dua. Di Masjid ini setiap hari Selasa ba’da Maghrib ada Kajian rutin Tadabbur Al-Quran bersama Ustad Hanan At-Taki. Rekan-rekan seorganisasiku tidak henti-hentinya merekomendasikan kajian ini untuk diikuti. Tapi say...

Cerpenku #1 : Kakigori Part 1

Gambar
Bismillah. Well, cerpen ini dibuat di bulan Juni 2011, untuk memenuhi tugas salah satu mata kuliah (lupa lagi mata kuliah apa, haa). Berkisah tentang episode singkat yang menceritakan hubungan kakak-adik Fifi dan Ramzi yang sangat berjauhan kepribadiannya. Kakigori, es serut ala Jepang itu mirip sekali dengan kepribadian Ramzi, lalu Satria--rekan kerja Fifi-- mengungkapkan pendapatnya tentang Kakigori, sehingga Fifi bisa lebih menyayangi adiknya. Kisah ringan dengan banyak percakapan, ah, entahlah aku membuatnya kilat diancam deadline pengumpulan :D This is, KAKIGORI :) taste the sweeteness. NB : banyak orang yang nggak percaya yang nulis cerpen aku. Cz ceritanya ngawur dan ada romantis-romantisnya*ehm.ehm *Cerpen ini bakal diposting perbagian* -------

My Day #8 Perumahan Seribu Bintang

Gambar
Maka hari itu akan tiba, Ketika setiap rumah membuka pintu, Ketika setiap sapa dan salam menyahut merdu, Dan yang keluar dari setiap lisan hanyalah : do’a yang syahdu. Pernah suatu hari aku dan temanku sepulang dari mabit bersama di Masjid Daarut Tauhid, menikmati udara segar di pagi hari dengan berjalan-jalan di sekitar area kampus. Di Pondok Hijau tepatnya. Perumahan nan asri dengan banyak hehijauan yang mengelilingi. Selama berjalan kami pun mulai bercerita tentang banyak hal. Tentang wanita dan apa saja yang dikhawatirkannya, tentang hehijauan yang terhampar yang bisa jadi terapi untuk mata, hingga sampai di pembicaraan tentang rumah yang berawal dari komentar-komentar kami soal rumah-rumah yang ada di sana. Dari sinilah khayalan kami mulai berkembang. Bagaimana jika nanti di masa depan, kita bikin kavling sendiri khusus pengurus UKM BAQI UPI. Nanti kita bisa saling bertetangga dan menyapa setiap harinya. Lalu anak-anak kita saling berlomba soal hafalan dan ibadahnya,...

My Day #7 Mikroskop Berjalan

Gambar
Seseorang pernah bilang, hiduplah dengan santai, jangan tergesa-gesa, nikmati segala ciptaan-Nya. Ratusan awan yang berlayar pelan di lautan langit, bulan yang memudar bergantian kerja dengan matahari, dan pohon-pohon yang menyegarkan mata. Dunia ini sudah begitu indah, maka akhirat pasti akan lebih indah lagi. Aku, suka jalan kaki. Seperti kalimat yang pernah Dewi Lestari goreskan dalam kumpulan cerpennya, berjalan kaki itu bagaikan miksroskop, menilik setiap sudut yang kita tidak pernah membayangkan ada sebelumnya padahal selama ini dia ada. Teman-temanku bahkan kebanyakan tak sadar bahwa, di Jalan Setiabudhi ada 1 jembatan penyeberangan yang terhalang papan reklame. Dan aku pernah sengaja memiliki misi untuk melewatinya, merasakan bagaimana naik jembatan penyeberangan yang jarang digunakan orang, dan takjub ketika melihat dari atas kendaraan yang lewat sambil kaki gemetar karena takut ketinggian. Setelahnya, pejalan kaki yang ada di sekitar jembatan terheran-heran melihat...

My Day #6 DIJEMPUT

Gambar
Hah, nggak banget deh ini judul. Yah, ini pun hasil pemikiran saya, nyampe botak kalau bisa, tema kali ini : Dijemput. Sebelum ke menu utama, mari kita cicipi appetizer dulu dari saya, ini fotonya : Cappucino with granule chocolate Granule, atau apalah itu namanya, meleleh di atas cappucino yang disajikan panas. Begitu diseruput hangat, terasa sekali lelehan coklatnya lumer di mulut. Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai itu nikmatnya kayak apa ya? Kalau hanya karena cappucino ini saja saya bisa bahagia, apalagi kelak di surga, air sungainya bisa milih : mau anggur, susu, krimer, atau apapun tinggal minta sama Sang Pencipta . Tapi  itu cuma sesaat. Rasa nikmat seruput coklat itu cuma sesaat. Malah dari kenikmatan semu ini semuanya bermula. Semua hal-hal buruk. Termasuk dijemput.

Yubiami, Finger Knitting

Gambar
Saya pertama kali belajar merajut di semester 4 perkuliahan, itu pun hanya bikin syal dengan dua jarum rajut besar. Semenjak itu terhitung ada 6 syal yang pernah saya buat. Syal pertama, warnanya kuning (again) campur hijau-coklat, benang 3 helai, dengan 15 tusukan. Syal ke-2, terbuat dari wol impor Jepang berwarna hitam, hadiah untuk adik. Syal ke-3 dan ke-4, couple syal untuk hadiah pernikahan teman SMA. Syal ke-5 syal kecil rumbai dengan 5 tusukan (dari benang sisa syal couple). Dan terakhir, syal ke-6, syal biasa berwarna putih-coklat. Bosan dengan merajut syal, saya mencoba belajar rajut dengan hakken, tapi karena ukuran jarum yang dibeli salah, saya selalu gagal untuk belajar seperti yang tertera di buku. Pasrah. Setelah blog walking di blognya mbak Eksess , saya tertarik pada postingannya tentang yubiami atau finger knitting. Yah, meski bikin syal lagi, saya langsung blog walking lagi ke sana kemari hingga ke blog luar negeri untuk mencari step-step yubiami (s...

Theme of This Month : December Craftisme

Gambar
Yuhuu! December yokoso! Tema untuk bulan Desember : Craft is Me. Setelah November Sehat, kesehatanku membaik tapi di minggu ke-2 Desember aku masih harus banyak istirahat dan mengurangi aktivitasku di luar kosan. Aku yang sebenarnya sulit untuk diam di kosan, karena bagiku kosan adalah tempat istirahat, hehe, lebih senang menghabiskan waktuku di luar agar lebih bermanfaat. Tapi sekarang karena masih masa pemulihan, minggu-minggu awal bulan Desember aku harus mencari kegiatan alternatif untuk membuatku sibuk meski di kosan. Seusai pulang dari Rumah Sakit (dirawat cuma setengah hari, tapi bikin heboh se-RT, haa) jam 1 malam, aku harus mengikuti tes JLPT (Japanese Language Proficiency Test) jam 9 pagi harinya di Univ. Widyatama. Beruntung salah satu teman kelasku berbaik hati mengantarkanku ke TKP dengan motor karena kondisi fisikku masih lemas. Level JLPT yang kuambil tahun ini adalah N2, level yang bahkan kakak-kakak kelasku sampai 4x ngambil tapi belum pernah lulus. Lha, a...