Postingan

Khalifah #1 Umar dan Doa dalam Sebuah Nama

Umar Abdul Aziz. Hati tertegun begitu melihat di antara deretan nama-nama santri baru ikhwan terdapat nama Muhammad Umar Abdul Aziz. Jadi langsung teringat dengan salah satu khalifah besar yang tercatat dalam peradaban kejayaan Islam: Umar bin Abdul Aziz. Akhirnya baru kemarin saya tahu yang mana santri bernama keren itu. Tubuhnya kecil, cukup banyak bicara, sigap, ketika saya membimbing mereka dalam sesi menonton, saya memperlihatkan kepada para santri bagaimana gagahnya Khalid bin Walid saat memimpin perang melawan tentara Romawi (film Omar ibn Khattab episode 23). Saat menonton, Umar kecil ini duduk tepat di depan saya, membantu memegang mic untuk didekatkan ke speaker laptop karena saat itu di ruangan tidak ada speaker langsung yang bisa dihubungkan ke laptop. Terpaksa selama menonton, Umar kecil memegangi mic dengan sabar karena ternyata micnya lowbatt sehingga kadang-kadang mati sendiri. Wah, saya benar-benar menantikan bagaimana dia dan santri-santri lain di masa depan...

My Day #12 Dua Puluh Enam Bidadari

Pendidikan takdir Allah mengantarkan saya untuk mendapatkan pengalaman mendidik anak orang lain dari mulai PAUD (via KKN), SD (via P2M), SMA (via PPL), PT (via Tutorial), kali ini Allah memberikan saya kesempatan untuk membina anak-anak SMP di SMP Khalifah Boarding School-Sukabumi. Kurikulum yang bagus untuk masa depan saya nanti*ehm Nggak nanggung-nanggung, Allah ngirim 26 bidadari sekaligus untuk saya dampingi 24 jam. Akhwat semua. Saya jadi ngeri mengingat adik-adik saya dan sepupu saya juga kebanyakan laki-laki, jadi kurang pede untuk gaul dengan anak-anak perempuan. Biasanya saya mengambil hati anak-anak kecil yang laki-laki dengan menggambar karakter kartun naruto, sasuke, dsb di permulaan, dan sekarang saya agak bingung kalau mengambil hati anak perempuan :(

My Day #11 Hey, This Only Game!

English. Keren amat ya saya baru kali ini pakai judul My Day dengan bahasa Inggris (though ‘My Day’ is English too, haa)*eh,ehm. Tapi judul My Day kali ini emang cocok dengan english, karena itulah ungkapan saya yang saya tujukan pada diri sendiri ketika mumet dengan urusan dunia: “Hey, these all only a game! Don’t be so serious!” Begitulah, dunia ini memang hanya permainan. Seperti game, ikuti aturan yang ada, kumpulkan poin, pasti akan berakhir bahagia. Sebaliknya, tidak mengikuti aturan dan acuh dengan koin emas di langit yang berserakan: GAME OVER! That’s all. Hah? gitu aja? Hey, this only game!^^

#Recaps Musafir Ma’al Quran Ep. 01

Gambar
Di perjalanan yang melintasi jalanan di antara kota kota dan para penduduk, Karena dengan persahabatan bersama Al-Quran, Allah satukan hati kita, Allah satukan hati kita, Dan untuk mengagungkan ayat Al-Quran, telah kita datangi setiap pintu, Berjalan di atas jalan yang benar, Sebelum muncul sebuah perkara dariNya. (Theme Nasheed Musafir Ma’al Quran)

Recaps: Musafir Ma’al Quran—Prolog

Saat zaman-zaman belum jatuh cinta banget dengan Al-Quran, waktu saya sering terkuras habis dengan nonton Drama Korea dan sejenisnya, jika saya ketinggalan satu episode saja, saya langsung searching recaps-nya di internet. Bagi saya, baca recaps suatu drama sama saja dengan menontonnya secara langsung, karena dialog dalam drama tersebut ditulis dengan detail plus disertai gambar (dipikir-pikir sekarang, kok orang yang nulis recaps drama korea ini rajin amat ya :D)

My Day #10 SMS Penuh Cinta

Adalah hal yang niscaya, keimanan manusia sifatnya yaazid wa yanquus —bertambah dan berkurang. Ketika bertambah, apa yang akan kita lakukan? Ketika sedang berkurang, apa yang akan kita lakukan? Di sini letak perbedaan antara orang-orang berislam dengan benar alias bertaqwa dengan orang-orang yang berislam biasa-biasa saja. Tapi jangan khawatir, ketika iman kita berkurang, Allah tidak akan membiarkan hambanya larut dalam kemalasan begitu saja. Allah selalu memotivasi hambanya dengan cara yang unik, bisa kasat mata maupun tidak, yang jelas tergantung mata hati kita bisa melihat ‘motivasi Allah’ ini atau tidak.

Ini tentang Ekspresi

Saya baru tahu kalau saya orangnya ekspresif. ‘Ekspresif’ di sini maksudnya raut wajah muka saya bisa mengekspresikan emosi yang berbeda-beda secara JELAS. Adalah salah satu murid saya ketika menuliskan kesan untuk saya selama mengajar di kelasnya menuliskan hal yang menurut saya menarik dan belum pernah saya dengar, “Sensei, kalau udah kesel mukanya keliatan.” Wah? Wah? saya jadi langsung meneliti raut muka saya sendiri. Jangan-jangan dari raut muka yang tidak bisa saya kontrol ini bisa melahirkan musuh dari orang-orang terdekat. Dan begitu saya tanyakan perihal ini kepada sahabat saya, dia dengan cepat mengangguk, “Iya, Fi. Ekspresi Afi itu keliatan jelas.”