Postingan

Khalifah #2 Belajar Berkompetisi dari Si Kembar

Gambar
Well, ini catatan lama yang baru bisa diposting sekarang. Cerita tentang sepasang santriku yang keren banget. Tahun Baru Hijriah tak kalah meriah kami rayakan di sekolah dengan semangat berkompetisi. Meski terkesan sangat dadakan, memang secara tiba-tiba mulai hari Senin ba’da dzuhur hingga Selasa malam para santri sibuk berpartisipasi dalam berbagai lomba. Lombanya cukup bayak, yaitu pidato, puisi, cerdas cermat, MHQ, MTQ, Kaligrafi, dan memasak. Bayangkan betapa ramainya acara ini, karena jika dihitung seluruh santri yang kami miliki ini hanya berjumlah sekitar 80-an orang, jadi siapa saja yang tidak berpartisipasi dalam lomba bisa kelihatan.

Cerpen #1 : Kakigori Part 3-END

Gambar
Part 1 Part 2 ***             “Kau..., brother complex 3 ya? Satria tersenyum padaku.             “Apa maksudmu?” aku menoleh padanya dengan wajah heran, “ Brother complex ? Aku menyayangi adikku, tapi tidak sampai begitu!” aku mendengus kesal.             Satria mengubah posisinya menjadi miring menghadapku, dengan perasaan bersalah ia meluruskan, “Ah, maksudku, kamu benar-benar sayang adikmu, ya...”             Aku tersenyum, tapi mukaku langsung cemberut ketika ia melanjutkan dengan tambahan yang tidak penting ‘makanya aku menyukaimu’.             “Hmm, bisnya akan berhenti di depan, dari situ kita ke bandara harus naik taksi. Zi sudah sampai? Dia sudah sms?”      ...

My Day #14 Dunia itu Asli luas, broh!

Gambar
Saya baru sangat menyadari hal ini di tempat kerja saya yang baru. Sama-sama jadi guru, cuma muridnya beda banget dibanding dengan murid saya sebelumnya. Enaknya jadi guru adalah, saat proses belajar-mengajar, anda bisa memilih apakah hanya mengajar, atau ikut belajar! Saya tipe guru yang suka merangkum pelajaran, menjelaskan intinya pada murid, membiarkan murid bingung agar di rumah belajar lagi karena di awal pelajaran saya selalu memberi tes ( fukushuu ) apa yang mereka pelajari kemarin. Tidak enaknya dari metode yang saya terapkan ini adalah: banyak waktu yang tersisa. Banyak waktu tersisa bagi saya adalah sebuah kesempatan untuk belajar banyak dari mereka.

Cerpenku #1 : Kakigori Part 2

Gambar
Yang belum baca part 1, klik di sini . ***              “Ramzi pulang!!” aku berlari ke pintu depan, memelukmu, adik laki-laki semata wayangku. “Duh, yang dapat beasiswa,” aku mengacak-ngacak rambutmu. Kamu hanya tersenyum, “Ibu mana, kak?” matamu meneliti sudut ruangan.             “Bu, Ramzi pulang,” aku menarik tanganmu untuk menemui ibu, tapi kamu melepaskan peganganku, “Hentikan ah, kak,” ujarmu datar.             “Loh? Kenapa? Aku kan kakakmu,” ujarku tanpa menghiraukan apa yang kamu pikirkan saat itu, aku menarik tanganmu lagi.             Kamu tampan. Kamu pintar. Kamu baik hati. Kamu rajin beribadah. Kamu tinggi. Dan pujian-pujian lain yang biasa kudengar ditujukan untukmu, adikku.             Kamu tahu tidak,...

Japan! #1 Belajar Tawakkal dari Orang Jepang

Gambar
Di segmen Japan! ini saya akan berbagi kepada para pembaca mengenai hal-hal tentang Jepang beserta hikmah yang bisa kita ambil. Saya mulai dengan ini: Kertas di atas tertempel di setiap kelas di tempat saya mengajar. Sebagai tenaga pengajar yang baru, saat 見学  ken-gaku (observasi) ke beberapa kelas, dibanding melihat cara guru yang sudah ada mengajar, saya lebih tertarik membaca tempelan-tempelan yang berjejer rapi di dinding setiap kelas. Kanjinya mudah dibaca, cuma kanji setelah huruf 感 ( kanjimasu ) itu agak menganggu saya karena terlalu banyak coretannya (hehe). “Sensei merhatiin apa?” guru kelas tersebut tiba-tiba menegur saya. “Ano, itu.. kanji kansha bukan ya?” “Ya.” “Artinya bagus ya.” “Ya. Itu sachou-san yang buat.” (sachou:kepala perusahaan) Saya manggut-manggut senyum, kini saya mengerti maksudnya. Ah, entah mengapa saya merasa menemukan inti dari hidup saat membacanya. Penasaran?? Saya akan bahas setiap kalimatnya.

Diary Dhuha: Menatap Bintang

Gambar
Bagiku kau seperti bintang, bersinar di kala malam, membuat bahagia hati yang merana, Meski kau tak menyadari, aku sering bercerita padamu,  menganggapmu seolah mendengar dan memberi saran, Selayaknya nabi Ibrahim as, keberadaanmu membuatku sadar akan pencipta kita, Memandangmu takjub bahwa Sang Maha Kuasa adalah Sang Penyayang. Namun tak jauh beda dengan nasib bintang, Kau terlalu sulit untuk kujamah, Aku hanya satu titik dari ribuan orang yang menganggapmu indah di bawah sini, Melambai pun aku malu, aku hanya bisa mensyukurimu dari jauh. Terkadang aku menangis bila awan menutupimu sehingga aku jadi buta akan keberadaanmu, Tak jarang hatiku sakit kala cahayamu redup karena energimu berkurang, Sering aku hanya bisa menggigit bibir ketika posisimu menjauh padahal aku tak diizinkan mencarimu. Namun hatiku tetap berdebar, bila kau berkelip meski hanya sedetik, Senyumku selalu terkembang bila melihat kau bersinar tepat...

Photo Hunting: #SaveEgypt #R4BIA

Gambar
Alhamdulillah, berkesempatan mengikuti aksi solidaritas #SaveEgypt di Bandung pada hari Jum'at (16/08/13) kemarin. Dimulai pukul 8 pagi bersama rekan-rekan FSLDK (Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus) hingga pukul 11, dan dilanjutkan pukul 13.00 bersama teman-teman ormas Islam di Bandung. Wilayah aksi terpusat di depan Gedung Sate. Ini bentuk kecil kepedulian kami terhadap Mesir! Bumi kinanah yang berdarah, Diwarnai merah oleh militer yang merasa kalah, Tapi jauh hari sudah Allah janjikan, Kemenangan tak akan jauh dari yang Dia utarakan. #IndonesiaSaveEgypt FSLDK Baraya menggelar aksi di depan Gd. Sate Shalat ghaib   Aksi besar-besaran pukul 13. Jalanan penuh! Anak kecil pun turut serta :)