Postingan

Sudah Wisuda. Terus? [Part 1]

Gambar
"Ini adalah langkah awal menuju perjuangan yang sesungguhnya, teh. Doakan kami semoga kami bisa segera menyusulmu :)" Saya melongo sebentar membaca kalimat-kalimat di atas. Kalimat yang tertata manis dalam sebuah cinderamata dari adik-adik kelas di organisasi kampus. UKM BAQI UPI, tahu kan? Itu lho, organisasi yang para anggotanya berkomitmen memberantas buta huruf Al-Quran di kalangan mahasiswa. Nggak kenal? Padahal saya yakin mereka orangnya kece-kece abis. Yah, memang sih mereka terlalu rendah hati. Ah, lupakan. Hari ini saya mau nulis tentang komentar saya mengenai kalimat di atas. Emang sebenarnya komentar saya nggak penting juga sih, tapi entah kenapa kalau baca kalimat di atas berulang-ulang rasanya ada suatu hal yang saya pikirkan di otak dan bisa gawat kalau tidak dikemukakan. Ya ampun, Fi..kapan masuk ke inti sih? Oh, oke, mari kita mulai..

Bahasa dan Ide Menguasai Dunia

Gambar
“Dan kita pun MENGUASAI DUNIA!! HA HA HA!!” Fairuz sejurus terdiam dengan tangannya lima senti lagi hendak memasukkan nasi ke dalam mulutnya. Sambil telinganya terjaga untuk mendengar setiap kalimat yang keluar dari televisi, ia perlahan mengunyah sarapannya pagi itu. “Jangan takut! Aku adalah pembela kebenaran!” setelah itu sound effect CIAT! CIAT! pun mengikuti adegan superhero melawan kejahatan. Adegannya seru, dan pastinya superhero pada akhirnya menang. --- Secara pribadi, dialog “Akan menguasai dunia,” ini sering saya dengar dari berbagai kartun yang pernah saya tonton. Sudah tidak aneh. Bahkan lama-lama saya jadi parno karena illuminati yang dari dulu melaksanakan misi rahasia lewat kartun anak-anak. Jangan-jangan ‘Akan menguasai dunia’ adalah pesan mereka secara tidak langsung bahwa mereka memang benar-benar akan menguasai.” Nah. Sebelum mereka yang menguasai dunia, saya lebih baik yang menguasai dunia terlebih dahulu. Haha. Entah kenapa di akhir saya be...

Sinkronisitas

Saya pertama kali mendengar istilah ini dari salah satu judul cerpen berjudul sama yang ditulis Mba Dee dalam buku kumpulan cerpennya. Saya begitu tertarik dengan kata ini. Setidaknya dalam sehari saya pasti bertemu dengan sebuah peristiwa yang terangkum dalam istilah ini. Sebut saja namanya Budi, orang yang disukai Rara sahabat saya. Rara mengeluh ketika Rara berusaha melupakan Budi, justru ia malah semakin tidak bisa melupakannya. “Bayangin aja, tadi pas gue naik damri. Di jalan ada warteg namanya ‘warteg Budi’ gimana gue bisa lupa cobaa?” Lalu Rara pernah tiba-tiba teriak ketika membaca buku, “Oh My God! baca kalimat ini deh. Bacaa,” hebohnya sambil menyodorkan buku tentang etika. Di situ ada bab yang judulnya ditulis besar-besar: BUDI PEKERTI.  Haha. Yah, selain karena sinkronisitas, apa-apa yang dialami Rara tersebut juga karena nama ‘Budi’ itu termasuk pasaran (baca: banyak yang pakai), wajar kalau ketemu di mana-mana. Sejak tahu istilah ini, dari pada menyebut suatu...

Khalifah #2 Belajar Berkompetisi dari Si Kembar

Gambar
Well, ini catatan lama yang baru bisa diposting sekarang. Cerita tentang sepasang santriku yang keren banget. Tahun Baru Hijriah tak kalah meriah kami rayakan di sekolah dengan semangat berkompetisi. Meski terkesan sangat dadakan, memang secara tiba-tiba mulai hari Senin ba’da dzuhur hingga Selasa malam para santri sibuk berpartisipasi dalam berbagai lomba. Lombanya cukup bayak, yaitu pidato, puisi, cerdas cermat, MHQ, MTQ, Kaligrafi, dan memasak. Bayangkan betapa ramainya acara ini, karena jika dihitung seluruh santri yang kami miliki ini hanya berjumlah sekitar 80-an orang, jadi siapa saja yang tidak berpartisipasi dalam lomba bisa kelihatan.

Cerpen #1 : Kakigori Part 3-END

Gambar
Part 1 Part 2 ***             “Kau..., brother complex 3 ya? Satria tersenyum padaku.             “Apa maksudmu?” aku menoleh padanya dengan wajah heran, “ Brother complex ? Aku menyayangi adikku, tapi tidak sampai begitu!” aku mendengus kesal.             Satria mengubah posisinya menjadi miring menghadapku, dengan perasaan bersalah ia meluruskan, “Ah, maksudku, kamu benar-benar sayang adikmu, ya...”             Aku tersenyum, tapi mukaku langsung cemberut ketika ia melanjutkan dengan tambahan yang tidak penting ‘makanya aku menyukaimu’.             “Hmm, bisnya akan berhenti di depan, dari situ kita ke bandara harus naik taksi. Zi sudah sampai? Dia sudah sms?”      ...

My Day #14 Dunia itu Asli luas, broh!

Gambar
Saya baru sangat menyadari hal ini di tempat kerja saya yang baru. Sama-sama jadi guru, cuma muridnya beda banget dibanding dengan murid saya sebelumnya. Enaknya jadi guru adalah, saat proses belajar-mengajar, anda bisa memilih apakah hanya mengajar, atau ikut belajar! Saya tipe guru yang suka merangkum pelajaran, menjelaskan intinya pada murid, membiarkan murid bingung agar di rumah belajar lagi karena di awal pelajaran saya selalu memberi tes ( fukushuu ) apa yang mereka pelajari kemarin. Tidak enaknya dari metode yang saya terapkan ini adalah: banyak waktu yang tersisa. Banyak waktu tersisa bagi saya adalah sebuah kesempatan untuk belajar banyak dari mereka.

Cerpenku #1 : Kakigori Part 2

Gambar
Yang belum baca part 1, klik di sini . ***              “Ramzi pulang!!” aku berlari ke pintu depan, memelukmu, adik laki-laki semata wayangku. “Duh, yang dapat beasiswa,” aku mengacak-ngacak rambutmu. Kamu hanya tersenyum, “Ibu mana, kak?” matamu meneliti sudut ruangan.             “Bu, Ramzi pulang,” aku menarik tanganmu untuk menemui ibu, tapi kamu melepaskan peganganku, “Hentikan ah, kak,” ujarmu datar.             “Loh? Kenapa? Aku kan kakakmu,” ujarku tanpa menghiraukan apa yang kamu pikirkan saat itu, aku menarik tanganmu lagi.             Kamu tampan. Kamu pintar. Kamu baik hati. Kamu rajin beribadah. Kamu tinggi. Dan pujian-pujian lain yang biasa kudengar ditujukan untukmu, adikku.             Kamu tahu tidak,...